Rabu, 02 Januari 2013

Trik Bikin Kopi Nikmat

"Masyarakat setempat menyebut resep menyeduh kopi sebagai 'Aturan 3-3-3'"

WARGA Korea Selatan tak hanya "jago" minum alkohol, tapi juga kopi. Rasio konsumsi kopi Korsel termasuk tertinggi di dunia, mencapai 338 cangkir kopi per orang tahun lalu, menurut data yang dirilis oleh Food and Drug Administration Korea.

Menyeduh kopi untuk dikonsumsi sendiri menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari masyarakat. Kopi rumahan Korea dikenal harum dan enak.

Apa rahasianya? Masyarakat setempat menyebut resep menyeduh kopi sebagai "Aturan 3-3-3". Setelah biji kopi dipanggang, biarkan selama tiga hari. Kemudian seduh kopi dalam waktu tiga menit setelah digiling. Minuman harus dikonsumsi dalam waktu tiga menit setelah diseduh dengan air mendidih.

Selain itu, gunakan air segar dan dingin untuk kemudian direbus sampai mencapai titik didih optimal, ketimbang menggunakan air panas dispenser atau air dalam termos. Dianjurkan agar kopi yang telah diseduh disimpan dalam gelas termos  agar awet hangatnya.

Kopi idealnya disajikan pada suhu antara 82 dan 85 derajat Celcius. Setelah diseduh, jangan dipanaskan. Kopi yang dipanaskan akan kehilangan rasa dan aroma aslinya. (sumber : tempo.co)

Jumat, 14 Desember 2012

Saat Empat Kepala Daerah Bolmong Ngopi

Apa yang dibicarakan ketika empat kepala daerah di Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya bertemu? Ternyata mereka tak hanya berbicara tentang politik dan pemerintahan, namun juga terselip canda dan hal-hal konyol yang mereka alami.
saya dan empat kepala daerah

Kendaraan pasukan pengawalan (Patwal) Bupati Bolmong tersebut berjalan perlahan saat melintas di depan warung kopi saya yang berada di Jalan KS Tubun Sinindian, Senin (10/12/2012) sore itu. Di belakang kendaraan tersebut tampak sedan Toyota Camry bernomorpolisi DB 1 D berhenti tepat di depan warung.

Saya sempat kaget ketika pria bertubuh tinggi tegap berpakaian putih tersebut melewati pintu warung. Salihi Mokodongan, demikian nama lengkap Bupati Bolmong tersebut, kemudian menjabat tangan saya. Ada rasa senang dan bangga. Bagi saya, tak semua orang berkesempatan berjabat tangan seorang kepala daerah.

Dia kemudian mengambil duduk di kursi panjang yang saya tempatkan di salah satu penjuru warung saya. Saya kemudian menyajikan kopi susu sesuai dengan permintaan sang ajudan Bupati. Di sinilah saya menemukan sosok yang sederhana. Dengan ringan dia berkata tak usah membersihkan meja saat saya akan menyajikan kopi susu.

"Tak usah dibersihkan. Kita ini orang pantai, ko," kata bupati bagi 200 ribu lebih jiwa tersebut kemudian menyesap rokoknya. Setelah itu dia terlibat pembicaraan dengan beberapa orang. Pembicaraan tampak serius namun dia tetap terlihat santai.

Suasana kemudian bertambah ramai. Bupati Bolmong Timur (Boltim) Sehan Landjar yang memang sudah biasa datang ke warung saya tiba. Pria berkumis tebal ini pun duduk berdampingan dalam kursi yang sama dengan Salihi. Mereka pun tampak berbicara akrab. Apalagi pembawaan Bupati Boltim yang memang ceria membuat suasana menjadi lebih hidup.

Kemudian berturut-turut, datang Wakil Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara dan Wakil Bupati Bolmong Yanny Tuuk. Wakil Wali Kota memang biasa pesan kopi melalui anak buahnya. Sedangkan Wakil Bupati Bolmong sempat beberapa kali datang ke warung kopi saya. Sayangnya, Wakil Bupati tak bisa lama-lama karena harus ke dokter.

Ternyata, saat para kepala daerah tersebut bertemu, tak melulu bicara tentang pemerintahan atau politik. Mereka kadang bercanda atau menertawakan tingkah laku konyol mereka. Apalagi bagi Bupati Boltim yang memang kuat berbincang. Saya kadang ikut tersenyum dengan pembicaraan mereka.

Mereka menghabiskan waktu berjam-jam. Mereka kemudian pulang setelah Magrib menjelang. Bagi saya, ada kebanggan para pimpinan daerah itu,-juga Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit yang beberapa kali-, duduk, ngopi dan bersantai di warung yang memang jauh dari mewah. Bahkan, warung saya dapat dikatakan sangat sederhana.

Kopi Kotamobagu tak Kalah dengan Torabika

Kopi asal daerah Kotamobagu tak kalah dengan kopi dari daerah lainya. Sayangnya, belum banyak yang mengenal dari daerah tersebut terdapat kopi yang enak. Padahal, kopi ini bisa menjadi ikon dan trade mark bagi kota kecil tersebut.

Saya sedikit terkejut saat seorang pelanggan warung kopi saya tak mengetahui kalau di Kotamobagu ada daerah yang memroduksi kopi. Padahal, warung-warung kopi yang ada di Manado pun kebanyakan mengandalkan kopi dari Kotamobagu.

Kopi Kotamobagu tak kalah dengan kopi-kopi dari daerah lainya, seperti Torabika dari Makassar. Kopi Kotamobagu memang terasa lebih ringan dibandingkan dengan Torabika. Namun justru itu kelebihanya. Kopi ini bisa berpotensi dinikmati oleh siapa pun.

Namun tentu saja, perlu usaha agar lebih banyak lagi yang bisa menikmati kopi ini. Yang pertama adalah membuat warga Kotamobagu atau Bolmong sadar jika ada potensi, yakni kopi yang nikmat di Kotamobagu. Setelah itu, membuat orang Kotamobagu bangga bisa minum kopi dari daerah sendiri.

Selanjutnya, saya kira, adalah memperluas jangkauan penikmat kopi Kotamobagu. Orang Kotamobagu atau Mongondow tak malu-malu untuk membawa kopi menjadi ole-ole jika keluar daerah. Memperkenalkan kopi Kotamobagu.

Tentu saja, perlu dorongan juga dari pemerintah setempat. Dorongan tersebut untuk membantu para petani kopi agar tidak segan untuk menanam dan memelihara kopi sehingga menghasilkan panen yang baik. Selanjutnya adalah menyiapkan pasar yang bagus.

Intinya adalah bagaimana manajemen pertanian dan pemasaran kopi. Hal tersebut memang tidak bisa dilakukan oleh satu pemerintah daerah saja. Ini lantaran, pertanian kopi lebih banyak berada di daerah Purworejo dan Liberia, Modayag, Kebupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Semoga kopi Kotamobagu tidah hanya jadi tuan di tanahnya sendiri tapi juga dirasakan lebih banyak orang lagi. Semoga!

Sabtu, 08 Desember 2012

Saat Gajah dan Luwak Bersaing Bikin Kopi Mahal


Maukah Anda mengeluarkan uang 1.100 dolar AS atau sekitar Rp 10 juta hanya untuk membeli satu kilogram kopi yang 'dipanen' dari kotoran gajah?
foto AP

Ya, bukan hanya badanya saja yang besar, gajah ternyata bisa 'menghasilkan' kopi yang harganya selangit. Harga kopi gajah tersebut kini mulai menggeser harga kopi luwak yang konon sebelumya disebut kopi termahal di dunia. Kopi luwak dihargai 100-600 dollar AS per pound (sekitar 0.45 kg). Bandingkan dengan harga kopi gajah yang mencapai 1.100 dollar AS per kilogram.

Apa yang membuat kopi gajah atau yang mempunyai nama komersil black ivory caffee itu mahal? Proses untuk mendapatkan kopi gajah ini hampir sama dengan kopi luwak. Gajah diberi makan biji kopi. Setelah biji kopi itu dicerna dan dikeluarkan melalui kotoran gajah, para petani 'memanen' kopi tersebut. Setelah itu kopi dibersihkan, dan diproses menjadi kopi giling.

Penelitian menunjukkan bahwa selama proses pencernaan, enzim gajah memecah protein kopi. Protein merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepahitan kopi. Semakin berkurang proteinnya, kopi pun akan berkurang kepahitanya. 

Proses 'pembuatan' kopi gajah ini berlangsung di perbukitan yang subur di utara Thailand. Di pegunungan berkabut di segi tiga emas antara Thailand, Laos dan Burma yang terkenal dengan tempat pembuatan obat-obatan yang manjur. 

Adalah Blake Dinkin investor asal Kanada yang mengembangkan kopi gajah ini. Dia mengaku telah mengeluarkan duit 300 ribu dolar AS untuk mengembangkan kopi gajah ini. Dinkin bekerja dengan seorang dokter hewan untuk memastikan gajah-gajah ini tidak menyerap kafein dari buah kopi yang dikonsumsinya. 

Ditanya mengapa begitu mahal harga kopi buatannya, Dinkin mengatakan sambil berseloroh gajah adalah pekerja yang sangat tidak efisien. Dibutuhkan 33 kilogram biji kopi mentah untuk memproduksi satu kilogram kopi black ivory. "Mayoritas kopi yang masuk ke perutnya telah rusak atau hilang setelah dikeluarkan. Beda dengan luwak," ujarnya. 

Namun bukan hanya gajah dan luwak saja binatang yang bisa membantu proses pembuatan 'minuman'. Rusa dan kelelawar juga ternyata bisa membantu 'membuat' kopi melalui kotoranya. Kabarnya, seorang pengusaha Cina mengumumkan akan menjual teh hijau organik yang dihasilkan dari kotoran panda. Berapa harga teh panda itu?  200 dollar AS secangkir! (huffingtonpost/usatoday/warkop)

Sabtu, 24 November 2012

Arabika, Robusta atau Luwak?

DARI sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis varietas utama, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea robusta). Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri

Biji kopi arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap

Biji kopi robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.

Kopi luwak

Jenis kopi yang lain merupakan turunan atau subvarietas dari kopi arabika dan robusta. Biasanya disetiap daerah penghasil kopi memiliki keunikannya masing-masing dan menjadikannya sebagai suatu subvarietas. Salah satu jenis kopi lain yang terkenal adalah kopi luwak asli Indonesia.
Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia. Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini. Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika. Biji kopi ini kemudian dimakan oleh luwak atau sejenis musang. Akan tetapi, tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini. Bagian dalam biji ini kemudian akan keluar bersama kotorannya. Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik.

Sumber http://id.wikipedia.org/

Saya Minum Dua!

http://afiqahraihanah.files.wordpress.com

KOPI, hampir semua orang didunia mengenalnya. Untuk mengawali hari dalam bekerja biasanya tidak lengkap rasanya tanpa secangkir kopi nikmat. Kebiasaan minum kopi ternyata banyak digemari oleh manusia. Dari pekerja kantoran hingga pekerja bangunan, pedagang, petani, guru, bahkan presiden pasti pernah meminumnya dan Anda pun juga. Hal ini memang sudah menjadi tradisi dan hobi tersendiri bagi para penggemar kopi.
Kopi merupakan suatu jenis minuman berwarna hitam pekat yang mampu memberikan cita rasa unik bagi yang meminumnya. Bahkan tidak sedikit orang menjadi kecanduan karena cita rasa kopi karena adanya kandungan kafein yang terdapat dalam kopi itu sendiri. Kafein adalah senyawa kimia alkaloid dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan zat kafein yang terdapat dalam kopi adalah antara 1 hingga 1,5%.
Jika seseorang sudah kecanduan dengan meminum kopi akan merasakan hari mereka akan tidak lengkap tanpa meminum kopi. Apakah benar demikian? Jawabannya ada pada diri kita sendiri penikmat kopi.
Manfaat Kopi Bagi Kesehatan
Dari informasi yang saya baca di beberapa media internet ternyata manfaat kopi sangat baik bagi kesehatan tubuh kita jika dikonsumsi secara baik dan tidak berlebihan. Meminum kopi dalam satu hari cukup 1 – 2 cangkir kita sudah mendapatkan manfaatnya. Lalu apa saja manfaat nya? berikut penjelasan manfaat kopi bagi kesehatan yang sebaiknya Anda tahu.
Kopi dapat mencegah timbulnya penyakit jantung atau stroke.
Kandungan yang terdapat dalam kopi dapat menghidarkan dari kita dari penyakit serangan jantung bahkan hingga stroke, hal tersebut diperkuat dengan adanya hasil penelitian dari sejumlah 83000 wanita dalam usia 24 tahun memiliki resiko 18% lebih rendah jika dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi kopi. Penelitian tersebut mereka meminum kopi 2-3 cangkir kopi dalam satu hari. ( Baca disini: Manfaat kopi bagi wanita ).
Kopi bermanfaat mencegah penyakit kanker dan diabetes.
Dari hasil riset yang dilakukan oleh peneliti diseluruh dunia didapatkan hasil bahwa penyakit kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar dapat dicegah dengan cara mengonsumsi kopi.
Studi penelitian lain telah menemukan bahwa kopi dapat mengurangi tingkat gula darah pada pasien diabetes. Karena kandungan yang terdapat dalam kopi dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh, selain itu manfaat kopi juga dapat mengurangi risiko penyakit serius seperti batu empedu, penyakit Parkinson, penyakit jantung, sirosis hati dan sebagainya.
Kopi dapat mencegah resiko kanker mulut dan melindungi gigi.
Senyawa yang terdapat dalam kopi bermanfaat mencegah terjadinya resiko kanker mulut, membatasi pertumbuhan sel kanker. Selain itu kopi memiliki sifat anti bakteri dan anti-perekat yang sangat baik dan memungkinkan untuk menyembuhkan berbagai masalah berkaitan dengan kesehatan mulut, termasuk gigi berlubang, pembentukan plak dan infeksi gusi.
Kopi sebagai pembangkit Stamina dan energi ekstra.
Mekanisme kerja zat kafein dalam tubuh bersaing dengan fungsi adenosin dalam tubuh kita. Adenosin sendiri merupakan senyawa yang terdapat dalam sel otak berfungsi membuat orang cepat tertidur. Kandungan kafein dapat memperlambat gerak sel-sel tubuh sehingga tubuh tidak mudah lelah dan mengantuk dan muncul perasaan segar, mata terbuka lebar, detak jantung lebih kencang, naiknya tekanan darah.
Kopi dapat mengurangi rasa sakit kepala
Menurut Seimur Damond, M.D, dari Chicago’s Diamond Hadche Clinic. Bahwa kandungan kafein pada kopi dapat mengurangi derita sakit kepala. Penderita sakit kepala atau migran ringan terbukti dapat disembuhkan dengan meminum secangkir kopi pekat.
Kopi mengatasi perubahan suasana hati dan depresi.
Minum kopi secara teratur sesuai dengan porsinya dapat memaksimalkan kerja otak lebih baik. Kandungan antioksidan yang terdapat di dalam kopi dapat menangkal kerusakan pada sel otak dan membantu jaringan saraf untuk bekerja lebih baik. Zat kafein dalam kopi berfungsi sangat baik sebagai stimulan pada tubuh kita. Hal ini dapat merangsang indera kita dan meningkatkan laju metabolisme. Sehingga meningkatkan kemampuan dalam berkonsentrasi, mengatasi perubahan suasana hati bahkan depresi.
Jangan sampai Anda meminum kopi secara berlebihan karena akan menimbulkan efek samping yang berbahaya terhadap tubuh kita.
Kesimpulannya, cukup konsumsi 2 cangkir kopi dalam sehari untuk mendapatkan manfaat sehat yang maksimal. Sudahkan Anda minum kopi hari ini? Saya minum dua.

Sumber http://www.manfaatkopi.com/

Kaldi, Kambing dan Kopi

www.coffee-machine.org
KALDI heran bukan kepalang saat melihat kambing-kambing gembalaanya bertingkah seperti orang mabuk. Gelisah namun tampak riang. Meloncat-loncat seperti menari-nari kendati tanpa irama.

"Hei, apa yang terjadi?"


Rupanya, kambing-kambing tersebut memakan biji merah mengkilap dari suatu pohon. Dampaknya, masih terlihat jelang tengah malam tiba. Sang Penggembala ini, jadi lebih penasaran. Ia tak sabar untuk mencoba biji merah tersebut.


Akhirnya, rasa penasarnya terbalaskan. Bukan main akibat yang dirasakan oleh orang Ethiopia ini setelah makan biji tersebut. Dia merasakan kesegaran dan hati menjadi riang. Dia pun menari-nari gembira.


Demikian sebuah kisah yang melegenda tentang penemuan kopi. Cerita yang konon terjadi di sebuah negeri di Benua Afrika di abad ke-3. Hingga kemudian, kopi menjadi minuman,-yang katanya-, paling banyak dikonsumsi warga dunia setelah air.


Namun, masih banyak kisah unik dari kopi. Minuman kopi pernah menjadi barang haram di Mekah, Arab Saudi, hampir selama 13 tahun sejak tahun 1511 hingga 1524. Delapan tahun kemudian, giliran warung kopi dan gudang kopi di Mesir harus gulung tikar setelah larangan menjualbelikannya.


Bukan hanya penguasa dan ulama-ulama di belahan Arab yang mengharamkan kopi, pendeta-pendeta di Italia pun sempat menganggap barang tersebut termasuk bid'ah. Wasangka para padri ini adalah, kopi senggaja dimasukkan sultan-sultan dari negeri muslim untuk menggantikan anggur.


Nyata sekarang di Indonesia adalah semakin banyak gerai kopi waralaba di kota-kota besar. Pun warung-warung kopi tak pernah kehabisan pengunjung. Iklan-iklan kopi instan pun tak pernah sepi di televisi.

***

Terminal pedati tersebut kini tetap riuh setiap harinya, kendati tak terdengar lagi suara roda atau tipak-tipuk tapal kuda beradu dengan jalan. Kini tempat tersebut menjadi tempat minum kopi terbesar di Manado. Orang-orang menyebutnya Jarod atau Jalan Roda.


Cukup membayar setengah cangkir kopi yang dipesan kali pertama, namun Anda bisa menikmati kopi berulang-ulang. Tinggal minta air panas kembali untuk mengisi ulang cangkir gelas. Namun, bukan hanya itu saja yang membuat orang betah minum kopi di Jarod.


Ada yang menyebut tempat tersebut parlemen jalanan. Bagi yang suka masalah politik, di sinilah tempat adu diskusi sampai berdebat. Masalah pemerintahan pun bisa dibahas di lokasi yang berada di pusat kota tersebut. Siapa pun bisa mengeluarkan gagasan dan ide.


Entah mengapa hal tersebut bisa terjadi. Karena dampak kopinya atau sekedar pemenuhan kebutuhan untuk bersama. Atau demi sebuah keberdaan dan pengakuan terhadap pemikiran. Mungkin...

*** 

Malam itu, Uyo demikian pria bernama lengkap Maryono Anau biasa disapa, harus menuruti permintaan Udin Mandar. Sederhana, dia harus berjalan dari arah kantornya melewati sekitar bangunan. 

"Inilah yang akan menjadi tempat warung kopi itu," ujar Udin kepada Uyo sesampainya ke tempat yang dituju.

Tepat seminggu setelah perayaan tahun baru 2012, Udin membuka warung kopi di Jalan KS Tubun Sinindian. Warung tersebut dia beri nama Jarod. Nama tersebut meminjam tempat minum kopi di Manado. Cita rasa kopi di jarod tetap dipertahankan.

Selama dua pekan pertama sejak dibuka menjadi ujian bagi Udin. "Hanya dua orang saja yang biasa minum kopi selama dua minggu itu. Saya dan Uyo," kata dia.

Namun peruntungannya berubah pada pekan ketiga. Warkop Jarod mulai didatangi para peminum dan penikmat kopi. Bahkan, yang tidak suka minum kopi bisa berkumpul untuk sekedar ngobrol atau kongko-kongko.

Mari menikmati kopi...!


sumber sebagian diambil dari www.direken.blogspot.com

Jumat, 23 November 2012

Dua Minggu Awal Layani Dua Cangkir Kopi

Meminjam singkatan Jalan Roda, yakni Jarod, warung kopi yang berada di Sinindian, Kotamobagu ini terus berkembang. Dari hanya melayani dua orang, kini Udin Mandar, pemilik Warung Kopi, juga kerap melayani beberapa kepala daerah di Bolmong Raya yang ngopi di kedainya.

Tulisan Warkop Jarod di Tribun Mando, 19 Okt 2012

HAMPIR dua minggu penuh sejak Warung Kopi Jarod dibuka, Udin Mandar tak melayani tamu satu pun. Hatinya mulai gamang dengan usaha yang dirintisnya sejak tanggal 7 Januari 2012 itu. "Hanya dua orang saja yang biasa minum kopi selama dua minggu itu. Saya dan teman saya, Uyo," kata dia mengenang kejadian 11 bulan lalu.

Menginjak pekan ketiga, peruntungan pria kelahiran Gotowasi, Halmahera Timur, 47 tahun silam ini berubah. "Awalnya beberapa wartawan datang minum pagi-pagi sebelum liputan. Mereka kemudian datang di hari-hari berikutnya kendati saat itu tidak datang setiap harinya," kata Udin yang kemudian biasa disapa Aba oleh teman-teman barunya.

Dia pun menangkap peluang dengan memasang wi-fi. Jaringan internet tersebut untuk mempermudah para pekerja media tersebut untuk mengirim berita ke kantornya masing-masing. Triknya berhasil. Setiap sore, para wartawan tersebut menjadi pelanggan minuman kopi di warungnya.

Aba pun tidak hanya menawarkan kopi saja. Dia juga mulai menawarkan makanan-makanan lainya seperti kue-kue atau kacang. "Makanan tersebut yang nitip saja. Tapi saya juga melengkapi dengan mie rebus dan roti bakar. Dua menu sederhana itu memang saya sediakan," ujar dia.

Kemudian beberapa komunitas lainya pun mulai kerap nongkrong di kedai kopi Aba Udin. "Kalau pagi biasanya para sales dan karyawan di beberapa perusahaan yang bekerja di lapangan. Bahkan penggemar klub sepakbola yang kebanyakan anak-anak muda juga sering nongkrong," ujar ayah tiga anak ini menambahkan. 

Dia mengatakan tidak ada promo. Namun dari justru, informasi dari mulut ke mulut lebih efektif. Suami dari Rosnani Mamonto ini menyebutkan, hampir setiap hari, selalu ada muka baru yang datang ke warungnya. Dan, kabar adanya warung kopi ini sampai juga ke telinga para kepala daerah di Bolaang Mongondow (Bolmong).

Kepala daerah yang pertama datang ke Warung Kopi Jarod adalah Wakil Bupati Bolmong Yanni R Tuuk. Di hari lain, muncul Bupati Bolmong Timur Sehan Landjar. Wakil Sehan, Medy Lensun kemudian menyusul. Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit pun menyempatkan datang di waktu lain. Dan, Wakil Wali Kotamobagu Tatong Bara juga tak ketinggalan.
Bupati Boltim Sehan Landjar ngobrol sampai pagi 

Namun di antara para kepala daerah tersebut, Sehan Landjar merupakan bupati yang paling kerap datang. "Bahkan pak Bupati Boltim itu sempat berbincang-bincang sampai jam 4 pagi. Sementara bu Wawali (Tatong Bara) setiap ada kesempatan selalu pesan kopi di sini. Bu Wawali biasanya menyuruh orang," tambah Aba Udin.

Tak aneh, jika dulu dia hanya melayani dua cangkir kopi untuk dirinya dan temanya, kini dalam sehari Aba Udin bisa melayani rata-rata 80 cangkir kopi. Dia menghabiskan rata-rata satu kilogram kopi dan 10 kaleng susu. "Pernah dalam sehari habis 20 kaleng susu dan beberapa kilogram kopi," ujar pria yang kini tinggal Poyowa ini.

Kopi
yang dipakai berasal dari Kotamobagu. Hanya saja, dalam pengolahanya, dia biasa memakai jasa penggilingan di Manado. Selain menjaga kualitas, biaya penggilingan di Manado lebih murah. "Penggilingan di Kotamobagu lebih mahal, makanya saya biasa titip teman di Manado," kata dia.

Aba Udin mengatakan ada dua tipe yang pelanggan yang datang ke tempatnya, yakni peminum dan peminum kopi. Dia mendefinisikan peminum kopi adalah orang yang cepat-cepat minum kopi. Sementara penikmat kopi lebih perlahan menandaskan kopinya. Dia optimistis peminum dan penikmat kopi di Kotamobagu akan semakin meningkat.

Selain itu, dia memperhatikan pula kalau penikmat dan peminum kopi di Kotamobagu tidak terlalu suka manis. "Beda kalau saya perhatikan, di sini memang tidak lebih suka kopinya lebih terasa. Itu beda dengan di Manado," kata pria yang mengaku sempat menjadi tukang parkir di Manado ini.

Aba Udin menjelaskan untuk kepekatan rasa tersebut ada beberapa hal yang mempengaruhi. Selain campuran susu krim, juga tarikan saat menyeduh kopi. Semakin panjang getel atau tempat kopi dengan gelas saat menyeduh air. Untuk membuat kopiwarung-warung kopi di Jalan Roda Manado.
tersebut, Aba Udin pun belajar di

"Saya ingin agar cita rasa tersebut tetap terjaga di warung kopi saya. Apalagi nama warungJarod. Ini yang jadi alasan juga menamakan nama warung kopi ini Jarod. Agar orang yang suka minum dan menikmati kopi tertarik," kata dia menjelaskan penamaan warungnya. (edi sukasah)
 

Sumber Tribun Manado, 19 Oktober 2012 hal 1